Pada saat ini sepertinya sudah jarang sekali kita temukan penulisan dan ejaan yang biak dan benar. untuk itu saya akan memberikan beberapa contoh cara menuliskan atau mengeja yang benar. Selamat belajar!:) Ejaan suatu bahasa lebih menitikberatkan pada baik dan benarnya penggunaan suatu bahasa. Bagaimana menuliskan suatu kata/bahasa, apa aturannya, tanda apa yang digunakan merupakan obyek studi dari ejaan. Dalam Buku Seri Penyuluhan I tentang Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dinyatakan bahwa ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi bahasa (kata, kalimat) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf dan tanda baca) (Depdikbud, 1992 : 1). A. Penulisan Huruf 1. Huruf kapital atau huruf besar A. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Misalnya: Kami menggunakan barang produksi dalam negeri. Siapa yang ...
sore nih, balik ngeblog lagi, sebenernya ngisi waktu luang di tempat kerjaan aja, ujung ujung nya bahas si 19 yang kenapa gua bahas itu karna perasaan ini gatau sampe kapan abisnya buat dia, intinya sih gatau apa yang salah kenapa sampe sebegitnya??? sebenernya udah lama banget break up dari zaman tingkat satu sampe sekarang udah mau wisuda, galon bgt ya! mungkin banyak hal yang ngebuat saya seperti ini, sebenernya banget jujur 100% buat dia tinggal nunggu sukses dan menuju kelangkah selanjutnya tapi apa boleh buat realitanya blm sampai sana , tapi yang gua bingungin hati gabisa diboongin , dan hati saya berkata dia, ini yang bikin rasa itu tetap buat dia, dan mungkin bisa ilang kalo ada sesuatu kata pasti dari dia apakah bisa lanjut atau tidak, karna sampai saat ini masih gada kejelasan , sering tiba tiba muncul sekedar bales snap grap chat, bahkan orang tua nya nanyain kabar ke saya, actualy shock bgt karna ini yg bikin rasa itu ga sudah sudah, dalam hati bertanya, kapan berakhir n...
Pagi sejuk di Timur Jakarta, dikala sendu sepi menyapa kenapa dia yang hadir dalam kepala, sudah berlangsung lama perasaan ini kukira telah habis setelah kami benar benar tidak saling menyapa dan bertemu, terakhir 2016 saat moment kebahagiannya disaat itu juga saya harus benar benar mengikhlaskan nya, dan ternyata apa yang ku kupikirkan akan habisnya rasa itu ternyata tidak, tetap dia yang selalu menghantui walaupun tidak berkomunikasi. yang kupelajari sejak 2013 sampai 2018 ini kesalah pahaman lah yang membuat kami renggang, disaat pemikiran tak disatukan, hari terus berjalan cepat tanpa nya hanya kebimbangan kenapa seperti aku yang terlihat tarik ulur dimata mu, kamu terlihat seperti banyak yang menghampiri dan merespon baik kedatangannya, seketika aku memiliki presepsi disaat dia bersama orang lain aku mundur, tetapi disaat dia sendiri aku berjuang, dan aku ingin apa yang aku perjuangkan tidak hanya sekedar angin lalu, aku yakin dengan diri nya kelebihan kekurangan nya pun telah...
Komentar
Posting Komentar